Pertarungan di pemilihan wali kota (Pilwako) Manado sangat seru. Nama-nama calon di empat partai politik besar sudah mengerucut.

Di antaranya di PDI Perjuangan, nama Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Andrei Angouw berada di daftar teratas. Bahkan dari pantauan Manado Post, paling sering disebut dan disinggung di hampir semua platform media sosial yang membicarakan pilwako. Di kubu Partai Demokrat, incumbent Wakil Wali Kota Mor Bastiaan terlihat tak tergoyahkan merebut tiket dari partai berlambang bintang mercy ini.

Di Partai NasDem, belakangan ramai dengan nama istri Wali Kota GS Vicky Lumentut, Julyeta Paulina Runtuwene (JPAR). Terakhir Partai Golkar keukeuh mengusung Jimmy Rimba Rogi (Imba), politikus senior beringin yang juga pernah menjadi Wali Kota Manado ini.

Bagaimana pengamat politik melihat hal ini? Menurut Dr Burhan Niode, Pilwako Manado bakal menarik diikuti. Pasalnya, akan terjadi adu gengsi kekuatan antara Partai Demokrat sebagai petahana dan partai penguasa PDI Perjuangan.

“Tentu kalau saya lihat ini apple to apple. Kekuatan sama, dengan status petahana dengan ranah berbeda. Pasti adu kekuatan yang lebih dominan antara PDI Perjuangan dan Demokrat bakal lebih intens terjadi dalam Pilwako Manado nantinya,” ucap akademisi Fispol Unsrat tersebut.

Niode mengatakan, dengan masuknya Imba sebagai salah satu calon yang digadang-gadang kembali bertarung, membuat partai penguasa dan petahana harus ekstra kerja keras.

“Tidak bisa dipungkiri, Imba ini memiliki massa militan. Orang tidak akan melihat Imba ini dari partai apa. Karena yang saya amati dalam beberapa waktu terakhir, forum-forum diskusi politik, selalu membahas kekuatan dan atau masuk tidaknya dalam kontestasi Pilwako Manado. Ini membuktikan daya tarik Imba masih sangat besar,” ucapnya.

Niode juga menilai, Partai NasDem harus dipikirkan secara matang dalam kontestasi nantinya.

“NasDem ini bisa datang dengan mengejutkan. Di sana ada ibu Paula Runtuwene, yang semua warga Kota Manado tahu siapa dia. Tentu kekuatan politik Ibu Paula tidak bisa diremehkan walaupun pendatang baru. Karena Ibu Paula sudah malang melintang mendampingi suami yang 10 tahun memimpin Manado. Pasti ada strategi khusus disiapkan. Juga ada Victor Mailangkay, yang datang secara mengejutkan dan duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut. Ini lawan-lawan politik yang luar biasa,” sebutnya.

Dia menambahkan, jika para calon wali kota sama kuat maka siapa pendamping nanti yang akan jadi penentu. “Ya. Papan dua atau calon wakil wali kota itu akan punya peran sangat penting. Saya melihat empat nama di bursa calon wali kota sangat kuat. Namun apakah bisa diimbangi dengan calon wakil wali kotanya,” tukas Niode.

Di sisi lain, Dr Jhony Lengkong mengatakan pertarungan di Pilwako Manado, adalah hal yang paling menarik ditunggu. “Ini akan jadi ajang pembuktian, apakah Mor Bastiaan sebagai petahana mampu mengamankan kursi, atau PDI Perjuangan berhasil pecahkan sejarah. Juga ada Imba yang siap membuat konstalasi politik di Kota Manado bisa berubah. Semua ini sangat menarik diikuti. Untuk saat ini, dengan adanya pandemi membuat kekuatan calon masih sulit untuk diukur,” tuturnya.

Lengkong mengatakan masing-masing calon memiliki kemampuan tersendiri. Di kubu PDI Perjuangan ada Andrei Angouw yang notabenenya adalah Ketua DPRD dengan perolehan suara terbanyak. Pasti akan sangat diperhitungkan calon lain.

“PDI Perjuangan saat ini dalam ritme politik yang stabil. Kekuatan roda organisasi lagi dalam keadaan baik. Semua terlihat kompak dengan tidak ada gesekan. Bahkan hanya Andrei Angouw yang paling kuat diisukan diusung. Itu menandakan tidak ada gesekan, dan semua mengikuti instruksi,” ujarnya.

Selain itu ungkap Lengkong, kubu Demokrat ada Mor Bastiaan terbilang di atas angin karena memiliki posisi petahana.

“Mor itu tidak perlu kerja keras seperti calon lain untuk menghadapi kontestasi ini. Hanya membeberkan apa yang telah dilakukan selama masa kepemimpinan. Masyarakat saat ini sudah kritis, melihat mana yang baik dan tidak. Jika itu dilihat masyarakat baik, maka Mor sudah memiliki tempat di hati para pendukung serta masyarakat Kota Manado,” ungkapnya.

Lengkong menambahkan, Demokrat dan PDI Perjuangan harus ekstra kerja keras menghadapi Imba. “Program-program Imba itu disukai masyarakat pada masanya. Memang terjadi pro kontra, tapi Imba itu figur yang sangat kuat dalam kontestasi ini. Kalau saya melihat, Imba ini memiliki elektabilitas yang tinggi di masyarakat Kota Manado. Imba ini yang bakal menjadi lawan berat para calon dalam kontestasi Pilwako Manado,” urainya.

Lengkong juga menyinggung mengenai pengaruh papan dua. “Calon wakil wali kota bisa saja jadi penentu kemenangan. Sebab itu, harus hati-hati menetapkan calon wakil wali kota nanti,” kuncinya.

Sementara, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya parpol yang tak perlu koalisi di pilwako Manado. Modal 10 kursi lebih dari cukup mengusung calon. “Khusus tiga daerah, termasuk Kota Manado, kita sedang survei. Nama-nama yang disurvei sudah ada, sesuai dengan tahapan pendaftaran yang kita buka waktu lalu,” beber Sekretaris PDI Perjuangan Sulut Franky Wongkar.

Disinggung kemungkinan Andrei Angouw dicalonkan, diungkapkan Wongkar, semua kader khususnya yang terundang di tahapan pendaftaran lalu punya peluang diusung. “Termasuk Pak Andrei. Semua berpeluang,” tukasnya.

Pada wartawan Senin (22/6) kemarin, AA sapaan akrab Andrei Angouw menekankan jika PDI Perjuangan sangat siap menghadapi pilwako Manado. “PDI Perjuangan punya keistimewaan bisa mengusung sendiri. Tak perlu koalisi atau bicarakan pasangan dan sebagainya,” sebut AA.

Keistimewaan partai berlambang banteng moncong putih ini juga, lanjutnya, tak perlu mengakomodir keinginan koalisi. “Nah, PDI Perjuangan punya keistimewaan itu. Pakai donk. Kalau yang lain sudah, baru kita tentukan,” kata Ketua DPRD Sulut ini.

Sekarang, tambahnya, PDI Perjuangan sedang melihat konstalasi di pilwako Manado. “Pokoknya tujuan akhir menang. Jadi lihat dulu konstalasi seperti apa,” tukasnya. Ditanya apakah bersedia dicalonkan, kembali AA menekankan jika ditugaskan dia siap. “Ya. Seperti itu,” singkat AA.

Sikap percaya diri ditunjukkan Partai Demokrat. Belum membeber parpol koalisi yang membuat mereka bisa mengusung calon, namun partai berlambang bintang mercy ini sudah mengungkap pasangan yang akan dicalonkan. Adalah Mor Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw (HJP).

Ini terungkap dalam rilis resmi yang diterima media ini. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Manado Noortje Van Bone mengusulkan Mor Bastiaan dan Hanny Jost Pajouw (HJP). Kombinasi etnis Sangihe dan Minahasa, Langowan ini dirasa pas diusung sebagai bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota di Manado.

Van Bone memastikan, dari DPC telah mengirim nama HJP sebagai pendamping Mor Bastiaan sebagai calon wakil wali kota. Setelah Harley Mangindaan loncat ke koalisi Nasdem. NVB, sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Manado ini membeber, pemilihan HJP karena melihat kapasitas dan kemampuaan yang bersangkutan.

“Serta komitmen dan dedikasi bagi masyarakat Kota Manado. Selain itu kesamaan program HJP, yaitu pembangunan berbasis Lingkungan dan teknologi serta visi membangun ekonomi Kota Manado, dan mengatasi banjir,” beber Van Bone.(ewa/gel)

Sumber : ManadoPost.id

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya