Dalam menangani pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada ekonomi nasional. Kerja fokus menjadi harga mati bagi pemerintah. Hal itu disampaikan ekonom senior Dr. Rizal Ramli saat menjadi pembicara dalam diskusi daring bertajuk 'Perekonomian Indonesia: Fakta, Harapan dan Solusi' yang diselenggarakan Forum Alumni Perguruan Tinggi (FAPI) senin (22/6).

Mantan Menteri Ekuin era Presiden Abdurahman Wahid (GusDur) itu, menyebut ada 3 fokus yang harus dilakukan oleh Pemerintah, yakni penyelesaian wabah Covid-19, memberikan jaminan insentif kepada pekerja harian dan masyarakat miskin, serta fokus pada produksi ketahanan pangan.

"diawal krisis saya bilang, kita fokus di 3 hal saja. Kita harus lakukan relokasi anggaran yang sungguh-sungguh. Bikin press release dimuat dimedia dan lain-lain" terang Rizal Ramli.

Menurut Rizal Ramli, menyelesaikan wabah Corona erat kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan warga negara Indonesia. 

Sebab jika wabah Covid-19 masih ada, jelasnya, maka kondisi ekonomi sulit untuk stabil.

"karena kalau Coronanya enggak selesai, ekonomi tetep anjlok" jelas Rizal Ramli.

Setidaknya, kata RR biasa disapa, Pemerintah memerlukan realokasi anggaran sebesar Rp 300 triliun untuk para pekerja harian dan masyarakat tidak mampu. Untuk produksi pangan dibutuhkan realokasi anggaran sekitar 200-300 triliun.

"Rp 200-300 triliun kita pompa produksi pangan, kalau kita genjot bisa berapa kali panen. Tahun depan setelah Corona, kita jadi gudang pangan Asia karena enggak ada negara lain (selain Indonesia) yang mataharinya banyak, tanahnya banyak, orang yang mau kerja di sektor pertanian banyak" tuturnya.

RR melihat Pemerintah justru tidak fokus dan cenderung terpecah konsentrasinya pada penanganan pandemi Covid-19 ini.

"enggak fokus karena pikirannya ribet. masih mau bangun Ibukota, infrastruktur, dan lain-lain" demikian menurut Rizal Ramli

Sumber:rmolbanten.com


0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya