Jakarta - Hantu resesi semakin nyata. Negara tetangga,
Singapura sudah resmi masuk jurang resesi. Bukan tidak mungkin resesi ini
menjalar ke Indonesia. Lalu bagaimana mencegahnya?
Secara umum resesi merupakan ketika perekonomian berhenti
berkembang. Atau sama seperti harfiah reses, yang artinya masa istirahat.
Artinya roda ekonomi terhenti sejenak.
Hal itu ditandai dengan tidak adanya pertumbuhan ekonomi
atau bahkan terkontraksi. Ekonomi sebuah negara dipastikan jatuh dalam jurang
resesi jika dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi minus.
"Resesi adalah suatu kondisi ekonomi di mana aktivitas
perekonomian mengalami penurunan signifikan, dan menyebabkan pertumbuhan
ekonomi tercatat negatif dalam 2 periode atau lebih secara
berturut-turut," terang Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada
detikcom, Rabu (15/7/2020).
Ekonomi Indonesia sendiri di kuartal I-2020 masih bisa
tumbuh positif meski turun jauh dari sebelum. Namun pada kuartal II-2020
pemerintah sendiri memproyeksikan ekonomi nasional akan -3,8%.
Artinya kejatuhan resesi ekonomi RI tergantung dari kondisi
di kuartal III-2020. Jika kembali terkontraksi maka RI bernasib sama dengan
Singapura.
Dengan begitu, maka untuk mencegah resesi menaungi ekonomi
RI, maka roda ekonomi harus dijaga di kuartal III-2020. Itulah mengapa Presiden
Joko Widodo memilih kebijakan 'gas dan rem' dalam menangani krisis kesehatan
yang juga menjalar ke ekonomi.
Pelonggaran PSBB dengan sedikit melepas aktivitas sosial
ekonomi diharapkan bisa mengembalikan roda perekonomian di kuartal III-2020
dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Harapannya roda ekonomi bisa
berjalan tanpa menimbulkan gelombang kedua pandemi.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE)
Indonesia, Piter Abdullah menjelaskan, sejatinya resesi adalah siklus bisnis
yang biasa. Dalam kondisi normal resesi adalah kondisi pemburukan ekonomi yang
perlu dihindari.
"Tapi di tengah wabah pandemi COVID-19 saat ini resesi
adalah suatu kewajaran. Hampir semua negara mengalami resesi. Resesi yang
terjadi bukan cerminan kebijakan yg Salah tetapi Lebih dikarenakan wabah. Oleh
Karena itu resesi bukan sebuah isu besar," tuturnya.
Akan tetapi yang perlu dikhawatirkan adalah perkembangan
resesi itu sendiri. Jika terus berkembang bisa menjadi krisis ekonomi. Roda
perekonomian yang tadinya dianggap hanya beristirahat berubah menjadi depresi.
Sumber: finance.detik.com

Posting Komentar