Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (
Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan tekanan akibat Covid-19 selama
2020 akan membuat ekonomi Indonesia sulit tumbuh di atas 5 persen. Hingga 2021,
Bhima melihat, ekonomi masih alami resesi yang cukup dalam.
"Kurva pemulihan sulit berbentuk V shaped, atau
pertumbuhan akan pulih dalam waktu singkat. Paling realistis kurva pemulihan
akan berbentuk huruf U atau L, artinya butuh waktu setidaknya 3-5 tahun untuk
recovery," kata Bhima kepada Republika.co.id, Ahad (19/7).
Bhima mengatakan, serapan tenaga kerja cukup besar di sektor
manufaktur belum menunjukkan tanda-tanda adanya rebound dengan PMI masih
dibawah angka 50. Ini akan berdampak pada gelombang PHK massal jilid 2 pada
akhir 2020. Lonjakan kemiskinan akan meningkat tajam jika jika hal ini tidak
segera diantisipasi.
Menurut Bhima, pemerintah harus segera menyelamatkan daya
beli masyarakat. Di semua level pelaksana teknis, pemerintah harus memastikan
bantuan sosial setidaknya cair 80-90 persen pada kuartal III tahun ini.
"Seluruh upaya untuk menjaga daya beli lain seperti
penurunan harga BBM, penurunan tarif dasar listrik, dan penurunan iuran BPJS
Kesehatan disemua kelas juga mendesak untuk segera dilakukan," tutur
Bhima.
Pemerintah juga harus mempersiapkan UMKM sebagai buffer
apabila sektor manufaktur melakukan gelombang PHK berikutnya. Dalam setiap
krisis baik 1998 dan 2008, recovery ekonomi selalu dimulai dari UMKM.
Di Indonesia, terdapat 60 juta unit UMKM yang jumlah stimulusnya
harus ditambah. Adapun bebrapa subsidi yang bisa diberikan yaitu berupa subsidi
internet untuk UMKM, subsidi APD protokol kesehatan, hingga pemberian modal
kerja.
Terakhir, pemerintah bisa menggerakkan ekonomi melalui
ekonomi digital. Selama masa pandemi masih berlangsung, masyarakat mengandalkan
belanja online. Ini pun bisa menjadi tumpuan hidup kelas menengah rentan miskin
yang jumlahnya 115 juta orang.
"Di Malaysia bahkan ada subsidi belanja online dari
pemerintahnya. Harusnya kita bisa misalnya lewat diskon ongkos kirim lewat PT
Pos. Tinggal suntik PMN selesai," tutup Bhima.
Sumber: republika.co.id

Posting Komentar