Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal
mencetak 5.000 pengusaha baru. Dalam hal ini Kemenpora menggandeng Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H.
Maming mengatakan, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam mencetak
pengusaha-pengusaha baru. Yang terpenting adalah membentuk mindset pengusaha
agar tumbuh minat dalam diri.
"Dengan program prioritas Pak Menteri mencetak 5.000
pengusaha muda, Ketua Bidang Pendidikan, Riset, Sosial, Pemuda & Olahraga
BPP HIPMI Harmen Saputra bisa menindaklanjuti Pak Menteri untuk melakukan
audiensi, sehingga pengurus BPP dan BPD hadir bersama Menpora untuk melahirkan
5.000 pengusaha muda baru. Maka, program prioritas Menpora bisa cepat
terlaksana bersama HIPMI menuju Indonesia emas dalam masa pandemi Covid-19
ini," ujar Maming dalam keterangannya (22/7/2020).
Peran pengusaha muda penting dalam mempercepat roda
perekonomian, terutama untuk membangkitkan ekonomi di tengah COVID-19 seperti
sekarang ini. Melibatkan pemerintah juga, lanjut Maming, agar tercipta
percepatan lahirnya pengusaha baru.
"Kita butuh entrepreneur muda, sebab industri atau
ekonomi kreatif sangat strategis ke depan bagi pelaku industri dan perekonomian
nasional. Saya berharap, dalam mencetak entrepreneur muda nantinya juga akan
terlihat target dan gambaran pemerintah akan peran masyarakat, para talenta,
dan pekerja kreatif, pemetaan industri kreatif yang unggulan di pasar domestik
dan asing, serta peran wirausahawan nasional," ucapnya.
Hal senada dengan Ketua Bidang Pendidikan, Riset, Sosial,
Pemuda & Olahraga BPP HIPMI Harmen Saputra, sebagai wujud komitmennya dalam
dukungan mencetak pengusaha muda baru di Indonesia, upaya bersama memajukan
ekonomi kreatif sangatlah penting. Mengingat besarnya kontribusi industri
kreatif terhadap perekonomian nasional, baik dari sisi sumbangan terhadap
pendapatan nasional maupun serapan terhadap tenaga kerja.
"Yang kita ketahui selama ini, pemerintah fokus kepada
bagaimana menciptakan pekerjaan dalam dunia kewirausahaan. Untuk itu, kami
berkoordinasi kepada Ketua Umum BPP HIPMI bagaimana pengembangan jumlah tenaga
kerja dan menginisiasi terciptanya Indonesian Entrepreneurship Camp. Ini
harapan kita yang konkrit, ada koordinasi antara HIPMI dan Kemenpora sebagai
pelaku kebijakan," ungkap Harmen.
Di waktu yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin
Amali memaparkan lima program prioritas Kemenpora 2020-2024. Dari lima program
tersebut, salah satu sebagaimana program prioritas Kemenpora yaitu
memberdayakan pemuda kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing, serta
menumbuhkan semangat kewirausahaan, perlu dipersiapkan dengan diawali membangun
kesadaran tinggi di kalangan pemuda.
"Dalam melahirkan entrepreneurship, pemerintah dan
HIPMI memiliki tanggung jawab yang sama untuk menggerakkan dan membuat minat
para pemuda kita untuk berwirausaha yang makin hari semakin tumbuh. Lima
program prioritas dan semua kegiatan di Kemenpora ini harus ada parameter yang
jelas, kalau tidak jelas kita pastikan coret kegiatan itu," tutur
Zainudin.
Zainudin menambahkan, para generasi muda harus dibekali
sejak di sekolah maupun perguruan tinggi semangat dan cita-cita menjadi
wirausaha yang berkarakter, agar setelah lulus tidak bertumpu pada orang tetapi
menjadi tumpuan orang, tidak mencari kerja tetapi menciptakan lapangan kerja.
"Kita bisa berkolaborasi dan memandu serta membimbing
dalam menyiapkan hal tersebut. Kemenpora tentu tidak bisa sendiri, yang jelas
dari ini outputnya, Kemenpora bermaksud mencetak 5.000 wirausaha muda.
Indonesia dengan kekayaan alam tapi kita tidak mampu mengolah itu dan tidak ada
nilai tambah, maka kita akhirnya akan menemui persoalan di bonus demografi. Ke
depan mudah-mudahan kita bisa memetik hasilnya untuk menuju Indonesia emas bisa
terwujud," pungkasnya.
Hadir dalam acara tersebut, Tokoh Penggerak Entrepreneur
Indonesia yang juga mantan Ketua Umum BPP HIPMI masa bakti 2005-2008 Sandiaga
Salahuddin Uno, Pengamat Ekonomi INDEF Bhima Yudhistira.
Sumber: detik.com

Posting Komentar