Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta para
mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) dapat berkontribusi dalam
memulihkan bidang ekonomi, sosial, dan kesehatan dari dampak pandemi COVID-19.
Sri Mulyani menyatakan kontribusi tersebut dapat berupa
memberikan pengertian kepada masyarakat Indonesia untuk disiplin dalam
menerapkan protokol kesehatan sehingga kasus positif COVID-19 mampu ditekan.
”Saya ingin mahasiswa PKN STAN memberi pengertian mengenai
bahaya COVID-19. Jadi lah orang-orang yang bisa memberi pengertian dan pelita
saat suasana redup. Pemahaman pada kesehatan,” katanya dalam diskusi daring di
Jakarta, Sabtu.
Sri Mulyani
menuturkan pandemi ini juga merupakan tantangan bagi PKN STAN sebagai institusi
yang menghasilkan para calon pengelola keuangan negara.Ia menegaskan calon
pengelola keuangan negara harus siap dengan kondisi ketidakpastian yang terjadi
secara tiba-tiba sehingga memerlukan penanganan cepat termasuk dalam mengubah
APBN 2020.
“Ini tantangan luar biasa. APBN 2020 pada Oktober tahun lalu
dirancang dengan tidak ada COVID-19 namun dampaknya luar biasa sehingga kita
mengubah APBN,” ujarnya.Ia melanjutkan respons cepat untuk menangani pandemi
sangat dibutuhkan karena dampak yang ditimbulkan begitu banyak mulai dari
terjadi PHK hingga negara kehilangan pendapatan karena perpajakan tertekan.Tak
hanya itu, tantangan juga datang dalam mengelola APBN yang harus tetap
akuntabel dan transparan di tengah masa krisis pendemi dengan melibatkan Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum.
“Itu kami lakukan dalam suasana emergency. Banyak
kemungkinan terjadi dan hal-hal antara kecepatan, keakuratan, dan akuntabilitas
jadi tantangan tidak mudah,” Airlangga: Pertumbuhan ekonomi RI masih lebih baik
dari negara lainIa pun mengingatkan bahwa mahasiswa PKN STAN perlu belajar dari
masa krisis saat ini yaitu instrumen keuangan negara harus hadir dan bermanfaat
untuk membantu memperbaiki situasi tidak pasti.“Kita tidak bisa menyerah.
Instrumen keuangan negara harus hadir membantu situasi yang genting, sulit, dan
luar biasa,” ujarnya.
Sumber: antaranews.com

Posting Komentar