Gambar berisi kutipan yang berbunyi “Jika Joko Widodo tidak
terjun ke politik, maka para penjahatlah yang akan mengisinya” beredar di media
sosial. Di bawah kutipan tersebut, terdapat tulisan "Recep Tayyip
Erdogan". Terdapat pula tulisan "Presiden Turki" dan foto
Erdogan di gambar itu.
Di Facebook, gambar tersebut dibagikan salah satunya oleh
akun Bayes Dika pada 3 Juli 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun
Bayes Dika di halaman Dukung Prabowo_Sandiaga Presiden RI 2019_2024 ini telah
dikomentari sebanyak 54 komentar.
Apa benar Erdogan mengatakan "Jika Jokowi tidak terjun
ke politik, maka penjahatlah yang akan mengisinya"?
PEMERIKSAAN FAKTA
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo
mula-mula menelusuri jejak digital foto Erdogan dalam gambar unggahan akun
Bayes Dika tersebut dengan reverse image tool Source, TinEye, dan Google.
Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu telah beredar di internet sejak 2014.
Foto Erdogan tersebut pernah dimuat oleh situs Yunani,
Kathimerini.gr, pada 12 Desember 2014. Situs lain yang pernah memuat foto itu
adalah Armedia.am, yakni pada 17 April 2017. Adapun situs Indonesia yang pernah
memuat foto tersebut adalah Okezone.com, yakni pada 23 Desember 2019. Foto ini
merupakan foto milik kantor berita Reuters.
Terkait kutipan dalam gambar unggahan akun Bayes Dika,
kutipan tersebut berasal dari pernyataan Erdogan yang telah diubah. Pernyataan
asli Erdogan itu salah satunya pernah dimuat oleh situs Rilis ID, tepatnya
dalam rubrik Nukilan, pada 4 November 2018.
Pernyataan asli Erdogan berbunyi: “Jika orang baik tidak
terjun ke politik, maka para penjahatlah yang akan mengisinya.” Dalam
pernyataannya itu, Erdogan tidak menyinggung soal Jokowi.
Kutipan Erdogan tersebut juga ditemukan dalam unggahan
halaman Facebook Sahabat Erdogan pada 20 November 2017. Kutipan ini terdapat
dalam gambar dengan foto Erdogan yang sama dengan foto dalam gambar unggahan
akun Bayes Dika.
Gambar unggahan halaman Sahabat Erdogan itu pun pernah
dimuat oleh situs Kabar Serasan, dalam artikel di rubrik editorialnya, pada 6
Juli 2018. Artikel tersebut berjudul "Orang Baik Sebaiknya
Berpolitik?".
Menurut artikel itu, penggalan kalimat tersebut berasal dari
pelopor politik asal Jerman, Friedrich Naumann. Naumann pernah mengatakan,
"Ketika orang-orang baik menjaga jarak dari politik, tak perlu heran jika
politik menjadi tidak baik."
Kutipan itu pun melegenda dan sering dikutip oleh para
politikus dunia untuk mengajak orang-orang baik terjun ke dunia politik, bukan
malah menjauhinya. Salah satu di antaranya adalah Presiden Turki, Recep Tayyip
Erdogan.
Untuk memverifikasi informasi tersebut, Tempo menelusuri
pernyataan Naumann itu dengan mesin pencarian Google. Hasilnya, ditemukan bahwa
kutipan tersebut memang berasal dari Naumann. Salah satu situs yang pernah
menulis artikel tentang kutipan itu adalah situs resmi Friedrich Naumann
Foundation (FNF).
Artikel yang dimuat pada 8 November 2017 ini berjudul
“Menjadi Orang Baik dan Literasi dalam Berpolitik”. Artikel tersebut diawali
dengan sebuah kutipan dari Naumann yang berbunyi: "Ketika orang-orang baik
menjaga jarak dari politik, tak perlu heran jika politik menjadi tidak
baik."
KESIMPULAN
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Presiden
Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan "Jika Jokowi tidak terjun ke
politik, maka penjahatlah yang akan mengisinya" keliru. Kutipan itu
bersumber dari pernyataan Erdogan yang telah diubah. Kutipan aslinya berbunyi:
“Jika orang baik tidak terjun ke politik, maka para penjahatlah yang akan
mengisinya.”
ZAINAL ISHAQ
Sumber: cekfakta.tempo.co

Posting Komentar