Anggota Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu telah membeberkan
sejumlah pihak yang menempati jabatan direksi dan komisaris di Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) merupakan titipan.
Sumber: rmolbanten.com
"Pertama, publik mesti berterimakasih ke Adian yang
membocorkan rahasia komisaris di BUMN ternyata titipan. Ini info penting yang
bergizi," terang Adi Prayitno.
Pengakuan mantan aktivis Forum Kota (Forkot) itu seolah
membuka mata bahwa proses rekrutmen di perusahaan plat merah memang politis dan
hanya bagi-bagi kue kekuasaan.
"Adian menebalkan keyakinan publik bahwa jabatan
strategis di kementerian, termasuk BUMN, sangat politis, penuh bargain, dan
bagi-bagi jatah. Sesuatu yang selama ini menguap begitu saja," tuturnya.
Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini
menilai bahwa pengakuan Adian tersebut merupakan "perang saudara"
mengingat Adian merupakan pendukung Presiden Jokowi.
"Pengakuan Adian ini bagian 'perang saudara' antar
pendukung Jokowi. Adian dan Erick Tohir sama-sama loyalis presiden,"
demikian Adi Prayitno dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID.
Sebelumnya, Politisi PDIP Adian Napitupulu menyebutkan
bahwa sejumlah pihak yang menempati
jabatan direksi dan komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok di PT Pertamina hingga Yenny Wahid di PT Garuda Indonesia
merupakan titipan.
Sekjen PENA '98 itu juga menyinggung mafia-mafia di sejumlah
bidang di BUMN.
"Enggak ada yang enggak titipan, semua titipan karena
enggak ada jalur yang dibuka untuk semua orang bisa akses ke sana. Enggak ada
lowongan kerjanya di media mana pun. 'Dibutuhkan lowongan BUMN A, membutuhkan
komisaris dan direksi. "Yuk ramai-ramai melamar yuk.' Enggak ada,"
ujar Adian Napitupulu dalam diskusi virtual 'Bincang Santai Bersama Adian
Napitupulu Uncensored', Kamis (23/7). [dzk]
Sumber: rmolbanten.com

Posting Komentar