
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto
mengakui anggaran untuk pengembangan olahraga nasional masih tergolong minim
jika dibandingkan dengan negara tetangga lainnya.
Dalam Webinar bersama Fraksi
PKS DPR RI pada Kamis, Gatot menjelaskan anggaran olahraga nasional berada di
angka 0,03 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.Sementara
negara lain seperti Australia menganggarkan dana olahraga 0,1 persen, Thailand
0,2 persen, dan Singapura 4 persen dari total APBN negaranya."Ini menjadi
PR kami di Kemenpora yang juga selama ini telah dibantu oleh Fraksi PKS, kami
juga harus memiliki justifikasi yang kuat agar anggaran keolahragaan bisa
meningkat," kata dia.Baca juga: NOC Indonesia audiensi dengan DKI terkait
tuan rumah Olimpiade 2032Menurutnya, Kemenpora saat ini bergerak cepat dalam
menyusun grand design dan peta jalan keolahragaan nasional sebagai pondasi kuat
untuk pembinaan olahraga nasional.Apalagi Indonesia mengejar untuk menjadi tuan
rumah Olimpiade 2032.
Maka diperlukan peta konsep agar pembinaan atlet untuk
menyongsong olahraga multievent bergengsi di dunia itu bisa matang ketika
waktunya."Arahan Bapak Presiden jelas untuk ikut bidding Olimpiade 2032.
Untuk itu kita siapkan dari sekarang pembinaan para atlet usia 10-12 tahun dan
di tahun 2032 para atlet ini sudah mencapai puncaknya untuk meraih
prestasi," kata Sesmenpora.Baca juga: Menpora akan revisi UU SKN untuk
kuatkan pondasi pembinaan atletSebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga
(Menpora) Zainudin Amali akan merevisi UU Tahun 2015 tentang Sistem
Keolahragaan Nasional (SKN) untuk menguatkan pondasi pembinaan atlet olahraga di
Indonesia yang saat ini dinilai masih mengalami kelemahan."Saya mau
membuat fondasi kuat sebagai basis pembinaan olahraga nasional, untuk itu kami
membuat grand design dan peta jalan olahraga nasional. Kami sepakat dengan
Komisi X DPR RI segera merevisi UU tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan
Nasional, mohon doanya," kata dia.Baca juga: DPR ingin revisi UU SKN
tingkatkan prestasi semua cabang olahragaSementara itu masih dalam kesempatan
yang sama, Ketua Fraksi Partai PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan akan
mendorong UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) sebagai jembatan terciptanya
basis olahraga nasional yang ideal."Kita ingin menyerap masukan dari
berbagai pihak atas revisi UU SKN tahun 2005.
Kami ingin ada keseimbangan
antara prestasi dan kesejahteraan atlet. Kami yakin jika kesejahteraan atlet
diperhatikan maka atlet akan fokus meningkatkan prestasinya untuk mengharumkan
nama bangsa di event nasional dan internasional," ujar Jazuli.UU SKN ini,
lanjutnya, akan berkualitas jika didukung dengan regulasi yang memadai. Para
atlet harus diberikan kesetaraan antara atlet umum dengan atlet penyandang
disabilitas.Baca juga: UU SKN 2005 dinilai belum jamin kesejahteraan atletBaca
juga: Bambang Pamungkas dukung revisi UU SKN
Sumber: antaranews.com
Posting Komentar