Ekonomi Tiongkok tumbuh 3,2% pada kuartal kedua tahun ini
dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perekonomian Negeri Tirai Bambu ini
mulai pulih dari kontaksi pada kuartal lalu seiring pelonggaran lockdown dan
langkah stimulus untuk menahan dampak pandemi corona. Pertumbuhan ini lebih tinggi
dari perkiraan analis dalam jajak pendapat reuters sebesar 2,5% dan jauh lebih
baik dari penurunan tajam hingga 6,8% pada kuartal pertama, kontraksi pertama
sejak setidaknya 1992 ketika Tiongkok mulai merilis data PDB secara kuartal.
PDB Tiongkok pada kuartal II naik 11,5% dibanding tiga bulan
pertama tahun ini. Lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 9,6% maupun penurunan
yang mencapai 10% pada kuartal sebelumnya. "Pemulihan dipimpin oleh
stimulus pemerintah, yang sangat terfokus pada sisi industri. Konsumen tetap
sangat berhati-hati. Kehati-hatian itu adalah sesuatu yang dilihat pasar pada
negara-negara yang memiliki peran konsumsi rumah tangga yang tinggi pada
pertumbuhan ekonom. Ini juga relevan dengan AS," kata Kepala Penelitian
Tiongkok Bank OCBC Singapura dikutip, Rabu (16/7).
Dengan capaian ini, ia memperkirakan ekonomi Tiongkok
sepanjang tahun ini berpotensi tumbuh 3%. “Pendorong utamanya adalah ekspor
netto, tidak hanya dari perspektif barang tetapi juga dari perspektif
layanan," katanya.
Kepala Ekonomi Asia Oxford Hong Kong Louis Kuijs menyebut
ekspansi Tiongkok pada kuartal II menekankan pemulihan ekonomi kuat yang tengah
terjadi di negara tersebut. "Kami berharap kenaikan akan berlanjut di
semester kedua, didukung oleh peningkatan sentimen setelah keberhasilan menahan
penularan Covid-19 dan melonggarkan kebijakan fiskal dan moneter,"
katanya. (Baca: Ekonomi Kuartal II Minus 12,6%, Singapura Masuk Jurang Resesi)
Ia memperkirakan ekonomi Tiongkok pada paruh kedua tahun ini akan tumbuh 6%
sehingga tumbuh 2% hingga 2,5% untuk keseluruhan tahun. Pertumbuhan ekonomi
Tiongkok terjadi di tengah kondisi suram perekonomian global pada kuartal kedua
tahun ini seperti tergambar dalam databoks di bawah ini. Singapura bahkan
mencatatkan ekonomi secara kuartalan anjlok 41,2%.
Tiongkok yang menjadi negara awal penyebaran virus sudah
mengalami pukulan berat pada kuartal pertama lalu. Virus corona pertama kali
merebak di Wuhan pada akhri Desember 2019 dan kemudian menyebar ke berbagai
belahan dunia pada Februari. Bank Dunia
memperkirakan perekonomian global pada tahun ini akan terkontraksi 5,2%,
sementara IMF meramal ekonomi global akan minus 4,9%.
Posting Komentar